Entri kata-kata terbaru yang masuk ke Kamus Umum Bahasa Indonesia, Edisi 2007
Cerai: Bentuk kalimat masa depan (future tense) dari Menikah
Kuliah: Seni memindahkan informasi dari buku catatan dosen ke buku catatan mahasiswa tanpa melalui otak kedua belah pihak.
Konferensi: Kebingungan seseorang dikalikan dengan jumlah peserta.
Ruang Konferensi: Sebuah tempat di mana semua orang bicara, tidak
seorangpun mendengar, dan sesudahnya setiap orang bilang tidak setuju.
Komite: Individu-individu yang tidak bisa melakukan apa-apa secara
individu dan duduk untuk memutuskan bahwa tidak ada yang bisa dilakukan
secara bersama-sama.
Kantor: Sebuah tempat di mana kamu bisa rileks setelah menjalani hidup
rumah tangga yang berat.
Menguap: Satu-satunya waktu dimana sebagian dari para suami bisa membuka mulutnya.
Kompromi: Seni membagi kue dengan cara tertentu sehingga tiap orang
percaya bagiannyalah yang paling besar.
Air mata: Tekanan hidrolis yang dengannya kekuatan tekad yang maskulin dikalahkan oleh kekuatan air yang feminin.
Klasik: sebuah buku yang dipuji orang-orang, tapi tidak dibaca.
Senyum: Sebuah garis melengkung yang bisa meluruskan banyak hal.
Dst.: Sebuah tanda yang membuat orang lain percaya kamu tahu lebih banyak daripada yang sebenarnya.
Pengalaman: Sebutan yang diberikan para pria untuk kesalahan-kesalahannya.
Bom Atom: Penemuan yang mengakhiri semua penemuan.
Diplomat: Seseorang yang mengatakan kepadamu "Go to hell!" dengan cara sedemikian memikatnya hingga kamu benar-benar merasa ingin ke sana.
Kriminal: Seseorang yang tidak beda sama sekali dengan semua orang,
kecuali bahwa dia tertangkap.
Boss: Seorang yang datang cepat ketika kamu terlambat, dan nongol siang ketika kamu datang lebih pagi.
Politisi: Seorang yang mengguncang-guncang genggaman tanganmu sebelum pemilihan dan mengguncang- guncang keyakinanmu sesudahnya.
Dokter: Seseorang yang membunuh sakitmu dengan pil, lalu membunuhmu dengan tagihan.
Jumat, 28 Desember 2007
Derita Djie ....
Derita Djie.......
(dari Oh mama Oh Papa )
Sebut saja namaku Djie...
Dan aku masih ingat ketika seorang ibu mendandaniku sehingga tampak sangat cantik sekali...
Kisah sedihku ini dimulai ketika seorang dengan wajah seram datang ke tempatku dengan mulut bau minuman, dengan suara serak meminta dengan paksa supaya aku ikut dengannya.
Kulihat dia menyelipkan uang ke tangan ibu yang menjagaku sambil menyeringai memperlihatkan deretan gigi yang hitam2 menjijikkan. Tapi apa dayaku sehingga akupun terpaksa ikut dengannya meski entah apa yang terjadi pada diriku ini.
Aku memang lemah dan tak punya kekuatan untuk menolaknya. Dibawanya aku pergi sehingga tak seberapa lama kudengar dari kejauhan suara cekikikan wanita-wanita.
Semakin dekat dengan tempat itu, aku melihat ada 4 orang laki-laki ditemani wanita-wanitanya sambil minum - minum.
Ahhh minuman keras lagi? ...
Orang yang membawaku masuk dalam kumpulan orang-orang itu yang ternyata temannya, sambil memandangi diriku dengan penuh nafsu dan kelihatannya aku mau dimakan hidup - hidup. Tiba - tiba tangannya menyentuh diriku. Merabaku sehingga tak adalagi di seluruh tubuhku yang tidak dijamahnya, aku tak bisa berkata apa-apa.
Dan sekali lagi aku memang lemah serta tak punya kekuatan tuk menolak tingkah laku orang ini. Melihat apa yang dilakukannya pada diriku, ke-empat temannya ternyata tidak tinggal diam. Sambil teriak - teriak "aku mau, aku mau donk...!!!"
Akupun juga mengalami perlakuan yang paling menyedihkan, akhirnya secara bergiliran merekapun menjamahku dari ujung ke ujung dengan penuh kepuasan dan bukan itu saja yang mereka lakukan mereka mulai mengulum & menghisap ujung tubuhku. Tapi tetap saja aku tidak berontak karena aku lemah dan tak punya kekuatan untuk menolaknya.
Aku begitu lemah, sehingga perlakuan keji mendatangiku berkali-kali hanya demi sebuah kepuasan sesaat, hanya aku biarkan saja.
Dan itupun masih terjadi sampai saat ini.
Note : pada saat orang itu memaksaku pergi, dia memanggil nama lengkapku Djie Sam Soe isi 12 batang.
Serius amat bacanya? :-)
(dari Oh mama Oh Papa )
Sebut saja namaku Djie...
Dan aku masih ingat ketika seorang ibu mendandaniku sehingga tampak sangat cantik sekali...
Kisah sedihku ini dimulai ketika seorang dengan wajah seram datang ke tempatku dengan mulut bau minuman, dengan suara serak meminta dengan paksa supaya aku ikut dengannya.
Kulihat dia menyelipkan uang ke tangan ibu yang menjagaku sambil menyeringai memperlihatkan deretan gigi yang hitam2 menjijikkan. Tapi apa dayaku sehingga akupun terpaksa ikut dengannya meski entah apa yang terjadi pada diriku ini.
Aku memang lemah dan tak punya kekuatan untuk menolaknya. Dibawanya aku pergi sehingga tak seberapa lama kudengar dari kejauhan suara cekikikan wanita-wanita.
Semakin dekat dengan tempat itu, aku melihat ada 4 orang laki-laki ditemani wanita-wanitanya sambil minum - minum.
Ahhh minuman keras lagi? ...
Orang yang membawaku masuk dalam kumpulan orang-orang itu yang ternyata temannya, sambil memandangi diriku dengan penuh nafsu dan kelihatannya aku mau dimakan hidup - hidup. Tiba - tiba tangannya menyentuh diriku. Merabaku sehingga tak adalagi di seluruh tubuhku yang tidak dijamahnya, aku tak bisa berkata apa-apa.
Dan sekali lagi aku memang lemah serta tak punya kekuatan tuk menolak tingkah laku orang ini. Melihat apa yang dilakukannya pada diriku, ke-empat temannya ternyata tidak tinggal diam. Sambil teriak - teriak "aku mau, aku mau donk...!!!"
Akupun juga mengalami perlakuan yang paling menyedihkan, akhirnya secara bergiliran merekapun menjamahku dari ujung ke ujung dengan penuh kepuasan dan bukan itu saja yang mereka lakukan mereka mulai mengulum & menghisap ujung tubuhku. Tapi tetap saja aku tidak berontak karena aku lemah dan tak punya kekuatan untuk menolaknya.
Aku begitu lemah, sehingga perlakuan keji mendatangiku berkali-kali hanya demi sebuah kepuasan sesaat, hanya aku biarkan saja.
Dan itupun masih terjadi sampai saat ini.
Note : pada saat orang itu memaksaku pergi, dia memanggil nama lengkapku Djie Sam Soe isi 12 batang.
Serius amat bacanya? :-)
8 Langkah 7 Alat (DELTA)
Langkah-langkah Solusi Masalah Kualitas Yang Efektif
Oleh: Vincent Gaspersz
Delapan langkah dan Tujuh Alat dalam solusi masalah kualitas yang telah umum diketahui SANGAT BERMANFAAT bagi pemula yang terlibat dalam proses peningkatan kinerja kualitas maupun produktvitas perusahaan.
Delapan langkah itu adalah
Langkah 1. Mendefinisikan Masalah dan Menentukan Tema Perbaikan Kualitas
Langkah 2. Mencari Semua Penyebab yang Mungkin
Langkah 3. Menganalisis Akar Penyebab Masalah
Langkah 4. Merencanakan Tindakan Perbaikan
Langkah 5. Melaksanakan Perbaikan
Langkah 6. Mempelajari Hasil-hasil Perbaikan
Langkah 7. Menstandardisasikan Solusi dan Praktek-praktek Terbaik
Langkah 8. Membuat Laporan Akhir dan Menentukan Rencana Perbaikan Kualitas Berikutnya
Penjelasan singkat dari ke-8 langkah tersebut di atas, adalah sebagai berikut.
Langkah 1
Mendefinisikan Masalah dan Menentukan Tema Perbaikan Kualitas
Definisi Masalah
• Suatu masalah didefinisikan sebagai kesenjangan (gap) antara situasi sekarang dan target yang diinginkan!
• Dalam bidang kualitas, masalah adalah kesenjangan (gap) antara output dari proses sekarang dan kebutuhan pelanggan, baik pelanggan internal (proses berikut dalam SIPOC—Suppliers-Inputs-Processes—Outputs-Customers) maupun pelanggan eksternal (customer needs).
Tema Perbaikan Kualitas HARUS terkait langsung dengan masalah-masalah kualitas yang dihadapi dalam lingkungan kerja perusahaan masing-masing. Ketika mengidentifikasi dan memilih masalah, tim peningkatan kualitas (Quality Improvement Team) HARUS mengembangkan suatu pernyataan masalah yang dipahami secara jelas oleh semua anggota team itu.
Pernyataan Tema Perbaikan Kualitas HARUS menggunakan kata kerja:
Meningkatkan, Menurunkan, Menghilangkan, dll, serta HARUS memperhatikan prinsip SMART (Specific, Measureable, Achievable/Actionable, Result-oriented and Relevant to Corporate Goals, Timely or Time-bound).
Langkah 2
Mencari Semua Penyebab Yang Mungkin Tim peningkatan kualitas HARUS mengidentifikasi semua penyebab yang mungkin mengakibatkan masalah yang telah diidentifikasi dalam Langkah 1 di atas. Langkah 2 ini mencakup pengumpulan dan pengorganisasian data untuk mendokumentasikan penyebab-penyebab masalah.
Penyebab-penyebab masalah yang mungkin bersumber dari controllable factors (7M: Manpower, Methods, Materials, Machines, Mother Nature or Media (Working Environment), Motivation and Money) dan penyebab-penyebab yang dapat diperkirakan atau diprediksi (predictable causes) yang bersumber dari uncontrollable factors.
Suatu masalah yang terjadi SELALU bersumber dari elemen-elemen proses yang terdiri dari: 7M, yaitu:
1. Manpower (tenaga kerja)
Berkaitan dengan kekurangan dalam pengetahuan (tidak terlatih, tidak berpengalaman) , kekurangan dalam keterampilan dasar yang berkaitan dengan mental dan fisik, kelelahan, stress, ketidakpedulian, dll.
2. Machines (mesin-mesin) dan peralatan
Berkaitan dengan tidak ada sistem perawatan preventif terhadap mesin-mesin produksi, termasuk fasilitas dan peralatan lain, tidak sesuai dengan spesifikasi tugas, tidak dikalibrasi, terlalu complicated, terlalu panas, dll
3. Methods (metode kerja)
Berkaitan dengan tidak ada prosedur dan metode kerja yang benar, tidak jelas, tidak diketahui, tidak terstandardisasi, tidak cocok, dll.
4. Materials (bahan baku dan bahan penolong)
Berkaitan dengan ketiadaan spesifikasi kualitas dari bahan baku dan bahan penolong yang digunakan, ketidaksesuaian dengan spesifikasi kualitas bahan baku dan bahan penolong yang ditetapkan, ketiadaan penanganan yang efektif terhadap bahan baku dan bahan penolong itu, dll.
5. Mother Nature or Media
Berkaitan dengan tempat dan waktu kerja yang tidak memperhatikan aspek-aspek kebersihan, kesehatan dan keselamatan kerja, dan lingkungan kerja yang kondusif, kekurangan dalam lampu penerangan, ventilasi yang buruk, kebisingan yang berlebihan, dll.
6. Motivation (motivasi)
Berkaitan dengan ketiadaan sikap kerja yang benar dan profesional (tidak kreatif, bersikap reaktif, tidak mampu bekerjasama dalam tim, dll), yang dalam hal ini disebabkan oleh sistem balas jasa dan penghargaan yang tidak adil kepada tenaga kerja.
7. Money (keuangan)
Berkaitan dengan ketiadaan dukungan finasial (keuangan) yang mantap guna memperlancar proyek peningkatan kualitas yang akan diterapkan.
Langkah 3
Menganalisis Akar Penyebab Masalah Tanda pertama dari masalah adalah gejala(symptoms), bukan penyebab (causes). Oleh karena itu tim peningkatan kualitas perlu memahami apa yang disebut sebagai: gejala (symptoms), penyebab (causes), dan akar penyebab (root causes).
Bertanya mengapa beberapa kali menggunakan why-why diagram akan mengarahkan kita untuk sampai kepada akar penyebab masalah, sehingga tindakan yang sesuai pada akar penyebab masalah yang ditemukan itu akan menghilangkan masalah.
Akar-akar penyebab masalah yang ditemukan itu, kemudian dikelompokkan ke dalam faktor 7M (Manpower, Machines, Methods, Materials, Mother Nature or Media, Motivation, Money).
Langkah 4
Merencanakan Tindakan Perbaikan Rencana solusi masalah kualitas HARUS berfokus pada tindakan-tindakan untuk menghilangkan akar penyebab dari masalah yang berada dalam lingkup tanggung jawab departemen dalam organisasi (controllable causes), dan mengantisipasi penyebab-penyebab tidak terkendali tetapi dapat diprediksi sebelumnya (uncontrollable but predictable causes).
Langkah 5
Melaksanakan Perbaikan Melaksanakan perbaikan berarti implementasi tindakan korektif
permanen yang sangat membutuhkan komitmen manajemen dan karyawan serta partisipasi total untuk secara bersama-sama menghilangkan akar penyebab dari masalah kualitas yang telah teridentifikasi dalam langkah ketiga di atas. Pencatatan data kualitas juga harus dilakukan selama tahap implementasi ini serta harus mengidentifikasi penyebab apabila terjadi penyimpangan dalam tahap implementasi tindakan korektif permanen ini.
Langkah 6
Mempelajari Hasil-hasil Perbaikan Setelah implementasi proyek peningkatan kualitas selama jangka waktu tertentu oleh tim peningkatan kualitas, biasanya 3-6 bulan, perlu dilakukan studi dan evaluasi berdasarkan data yang dikumpulkan selama tahap pelaksanaan proyek peningkatan kualitas itu guna mengetahui apakah jenis masalah yang ada telah hilang atau berkurang, yang menunjukkan bahwa proyek peningkatan kualitas itu benar-benar efektif dan efisien!
Langkah 7
Menstandardisasikan Solusi dan Praktek-praktek Terbaik Hasil-hasil yang memuaskan dari tindakan korektif permanen atau solusi masalah melalui proyek peningkatan kualitas harus distandardisasikan, dan selanjutnya melakukan peningkatan terus-menerus pada jenis masalah yang lain mengikuti Delapan Langkah yang dikemukakan.
Standardisasi dimaksudkan untuk mencegah masalah yang sama terulang kembali.
Terdapat dua alasan melakukan standardisasi, yaitu:
1. Apabila tindakan perbaikan atau solusi masalah itu tidak distandardisasikan, maka terdapat kemungkinan setelah periode waktu tertentu manajemen dan karyawan akan kembali menggunakan cara-cara kerja lama sehingga memunculkan kembali masalah yang telah pernah diselesaikan itu.
2. Apabila tindakan perbaikan atau solusi masalah itu tidak distandardisasikan dan didokumentasikan, maka terdapat kemungkinan setelah periode waktu tertentu apabila terjadi pergantian manajemen dan karyawan akan menggunakan cara-cara kerja yang memunculkan kembali masalah yang telah pernah diselesaikan oleh tim peningkatan kualitas terdahulu itu.
Standardisasi sangat diperlukan sebagai tindakan pencegahan untuk memunculkan kembali masalah kualitas yang pernah ada dan telah diselesaikan. Hal ini sesuai dengan konsep pengendalian kualitas total modern (TQM) yang lebih berorientasi pada strategi pencegahan (strategy of prevention), bukan pada strategi pendeteksian (strategy of detection) saja. Pendokumentasian praktek-praktek kerja standar juga bermanfaat sebagai bahan dalam proses belajar terus-menerus, baik bagi karyawan baru maupun karyawan lama. Demikian pula dokumentasi tentang praktek-praktek standar dan solusi masalah yang pernah dilakukan akan merupakan sumber informasi yang berguna untuk mempelajari masalah-masalah kualitas di masa mendatang sehingga tindakan perbaikan yang efektif dapat dilakukan.
Keberhasilan penggunaan metode solusi masalah mengikuti Delapan Langkah akan ditandai dengan berkurang atau hilangnya penyebab masalah itu, yang kemudian akan muncul penyebab-penyebab lain dalam besaran yang lebih sedikit atau kecil. Tugas dari tim peningkatan kualitas, manajemen, dan karyawan adalah berpartisipasi secara total untuk melaksanakan perbaikan kualitas terus-menerus dalam proses bisnis dan industri masing-masing.
Langkah 8
Membuat Laporan Akhir dan Menentukan Rencana Perbaikan Kualitas Berikutnya Setiap tim peningkatan kualitas dalam organisasi HARUS menyerahkan laporan terdokumentasi pada akhir waktu dari proyek peningkatan kualitas itu. Selanjutnya terus-menerus memikirkan perbaikan kualitas berikutnya dan memulai lagi dari Langkah 1, yaitu: Mendefinisikan Masalah dan Menetapkan Tema Perbaikan Kualitas.
Ke-8 langkah yang dikemukakan di atas dapat diorganisasikan ke dalam siklus Deming (PDSA—Plan, Do, Study, Act) atau ke dalam siklus DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control) yang merupakan metodologi pendekatan solusi masalah dalam proyek-proyek Six Sigma.
Delapan Langkah dalam Siklus PDSA terdiri dari:
A. Plan (Merencanakan), yakni:
Langkah 1. Mendefinisikan Masalah dan Menentukan Tema Perbaikan Kualitas
Langkah 2. Mencari Semua Penyebab yang Mungkin
Langkah 3. Menganalisis Akar Penyebab Masalah
Langkah 4. Merencanakan Tindakan Perbaikan
B. Do (Melaksanakan), yakni:
Langkah 5. Melaksanakan Perbaikan Study (Mempelajari):
Langkah 6. Mempelajari Hasil-hasil Perbaikan
C. Act (Menindaklanjuti), yakni:
Langkah 7. Menstandardisasikan Solusi dan Praktek-praktek Terbaik
Langkah 8. Membuat Laporan Akhir dan Menentukan Rencana Perbaikan Kualitas Berikutnya
Delapan Langkah dalam Siklus PDSA di atas apabila dikaitkan dengan metodologi Six Sigma DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control), maka akan menjadi sebagai berikut:
DEFINE (D) — Mendefinisikan
Langkah 1. Mendefinisikan Masalah dan Menentukan Tema Perbaikan Kualitas
MEASURE (M) — Mengukur
Langkah 2. Verifikasi Pengukuran dan Mencari Semua Penyebab yang Mungkin
ANALYZE (A) — Menganalisis
Langkah 3. Menganalisis Akar Penyebab Masalah
Langkah 4. Merencanakan Tindakan Perbaikan
IMPROVE (I) — Meningkatkan
Langkah 5. Melaksanakan Perbaikan
Langkah 6. Mempelajari Hasil-hasil Perbaikan
CONTROL (C) — Mengendalikan
Langkah 7. Menstandardisasikan Solusi dan Praktek-praktek Terbaik
Langkah 8. Membuat Laporan Akhir dan Menentukan (Mendefinisikan)
Rencana Perbaikan Kualitas Berikutnya
Delapan Langkah yang dikemukakan di atas, baik dalam siklus Deming (PDSA) maupun siklus DMAIC (Pendekatan Six Sigma) membutuhkan alat-alat perbaikan kualitas sederhana, yang disebut sebagai tujuh alat, sehingga umum dikenal sebagai: Delapan Langkah Tujuh Alat (DELTA).
Tujuh Alat yang sering dipergunakan oleh Tim Peningkatan Kualitas adalah:
1. Lembar Periksa (Check Sheet)
2. Stratifikasi
3. Diagram Pareto
4. Why-why diagram dan Diagram Sebab-Akibat (Cause and Efeect Diagram) atau Diagram Tulang Ikan (Fish Bone Diagram)
5. Histogram
6. Diagram Tebar (Korelasi)
7. Peta-peta Kontrol (Control Charts)
Catatan Penutup:
*) Keberhasilan solusi masalah kualitas sekitar 80% ditentukan oleh Quality Leadership (Kepemimpinan Kualitas) dalam menerapkan Delapan langkah dan hanya 20% ditentukan oleh penggunaan alat-alat statistika (statistical tools).
*) Yang diperlukan dalam memahami implementasi statistika untuk solusi masalah kualitas adalah 80% berkaitan dengan Statistical Thinking (memahami bagaimana perilaku proses statistikal yang ditimbulkan oleh variasi penyebab khusus dan variasi penyebab umum) dan hanya 20% berkaitan dengan aplikasi Statistical Tools (penerapan alat-alat statistika yang sekarang ini analisisnya telah banyak menggunakan bantuan paket-paket software komputer).
Referensi: Vincent Gaspersz, TOPS—Team Oriented Problem Solving, Penerbit Gramedia Jakarta, 2007.
Oleh: Vincent Gaspersz
Delapan langkah dan Tujuh Alat dalam solusi masalah kualitas yang telah umum diketahui SANGAT BERMANFAAT bagi pemula yang terlibat dalam proses peningkatan kinerja kualitas maupun produktvitas perusahaan.
Delapan langkah itu adalah
Langkah 1. Mendefinisikan Masalah dan Menentukan Tema Perbaikan Kualitas
Langkah 2. Mencari Semua Penyebab yang Mungkin
Langkah 3. Menganalisis Akar Penyebab Masalah
Langkah 4. Merencanakan Tindakan Perbaikan
Langkah 5. Melaksanakan Perbaikan
Langkah 6. Mempelajari Hasil-hasil Perbaikan
Langkah 7. Menstandardisasikan Solusi dan Praktek-praktek Terbaik
Langkah 8. Membuat Laporan Akhir dan Menentukan Rencana Perbaikan Kualitas Berikutnya
Penjelasan singkat dari ke-8 langkah tersebut di atas, adalah sebagai berikut.
Langkah 1
Mendefinisikan Masalah dan Menentukan Tema Perbaikan Kualitas
Definisi Masalah
• Suatu masalah didefinisikan sebagai kesenjangan (gap) antara situasi sekarang dan target yang diinginkan!
• Dalam bidang kualitas, masalah adalah kesenjangan (gap) antara output dari proses sekarang dan kebutuhan pelanggan, baik pelanggan internal (proses berikut dalam SIPOC—Suppliers-Inputs-Processes—Outputs-Customers) maupun pelanggan eksternal (customer needs).
Tema Perbaikan Kualitas HARUS terkait langsung dengan masalah-masalah kualitas yang dihadapi dalam lingkungan kerja perusahaan masing-masing. Ketika mengidentifikasi dan memilih masalah, tim peningkatan kualitas (Quality Improvement Team) HARUS mengembangkan suatu pernyataan masalah yang dipahami secara jelas oleh semua anggota team itu.
Pernyataan Tema Perbaikan Kualitas HARUS menggunakan kata kerja:
Meningkatkan, Menurunkan, Menghilangkan, dll, serta HARUS memperhatikan prinsip SMART (Specific, Measureable, Achievable/Actionable, Result-oriented and Relevant to Corporate Goals, Timely or Time-bound).
Langkah 2
Mencari Semua Penyebab Yang Mungkin Tim peningkatan kualitas HARUS mengidentifikasi semua penyebab yang mungkin mengakibatkan masalah yang telah diidentifikasi dalam Langkah 1 di atas. Langkah 2 ini mencakup pengumpulan dan pengorganisasian data untuk mendokumentasikan penyebab-penyebab masalah.
Penyebab-penyebab masalah yang mungkin bersumber dari controllable factors (7M: Manpower, Methods, Materials, Machines, Mother Nature or Media (Working Environment), Motivation and Money) dan penyebab-penyebab yang dapat diperkirakan atau diprediksi (predictable causes) yang bersumber dari uncontrollable factors.
Suatu masalah yang terjadi SELALU bersumber dari elemen-elemen proses yang terdiri dari: 7M, yaitu:
1. Manpower (tenaga kerja)
Berkaitan dengan kekurangan dalam pengetahuan (tidak terlatih, tidak berpengalaman) , kekurangan dalam keterampilan dasar yang berkaitan dengan mental dan fisik, kelelahan, stress, ketidakpedulian, dll.
2. Machines (mesin-mesin) dan peralatan
Berkaitan dengan tidak ada sistem perawatan preventif terhadap mesin-mesin produksi, termasuk fasilitas dan peralatan lain, tidak sesuai dengan spesifikasi tugas, tidak dikalibrasi, terlalu complicated, terlalu panas, dll
3. Methods (metode kerja)
Berkaitan dengan tidak ada prosedur dan metode kerja yang benar, tidak jelas, tidak diketahui, tidak terstandardisasi, tidak cocok, dll.
4. Materials (bahan baku dan bahan penolong)
Berkaitan dengan ketiadaan spesifikasi kualitas dari bahan baku dan bahan penolong yang digunakan, ketidaksesuaian dengan spesifikasi kualitas bahan baku dan bahan penolong yang ditetapkan, ketiadaan penanganan yang efektif terhadap bahan baku dan bahan penolong itu, dll.
5. Mother Nature or Media
Berkaitan dengan tempat dan waktu kerja yang tidak memperhatikan aspek-aspek kebersihan, kesehatan dan keselamatan kerja, dan lingkungan kerja yang kondusif, kekurangan dalam lampu penerangan, ventilasi yang buruk, kebisingan yang berlebihan, dll.
6. Motivation (motivasi)
Berkaitan dengan ketiadaan sikap kerja yang benar dan profesional (tidak kreatif, bersikap reaktif, tidak mampu bekerjasama dalam tim, dll), yang dalam hal ini disebabkan oleh sistem balas jasa dan penghargaan yang tidak adil kepada tenaga kerja.
7. Money (keuangan)
Berkaitan dengan ketiadaan dukungan finasial (keuangan) yang mantap guna memperlancar proyek peningkatan kualitas yang akan diterapkan.
Langkah 3
Menganalisis Akar Penyebab Masalah Tanda pertama dari masalah adalah gejala(symptoms), bukan penyebab (causes). Oleh karena itu tim peningkatan kualitas perlu memahami apa yang disebut sebagai: gejala (symptoms), penyebab (causes), dan akar penyebab (root causes).
Bertanya mengapa beberapa kali menggunakan why-why diagram akan mengarahkan kita untuk sampai kepada akar penyebab masalah, sehingga tindakan yang sesuai pada akar penyebab masalah yang ditemukan itu akan menghilangkan masalah.
Akar-akar penyebab masalah yang ditemukan itu, kemudian dikelompokkan ke dalam faktor 7M (Manpower, Machines, Methods, Materials, Mother Nature or Media, Motivation, Money).
Langkah 4
Merencanakan Tindakan Perbaikan Rencana solusi masalah kualitas HARUS berfokus pada tindakan-tindakan untuk menghilangkan akar penyebab dari masalah yang berada dalam lingkup tanggung jawab departemen dalam organisasi (controllable causes), dan mengantisipasi penyebab-penyebab tidak terkendali tetapi dapat diprediksi sebelumnya (uncontrollable but predictable causes).
Langkah 5
Melaksanakan Perbaikan Melaksanakan perbaikan berarti implementasi tindakan korektif
permanen yang sangat membutuhkan komitmen manajemen dan karyawan serta partisipasi total untuk secara bersama-sama menghilangkan akar penyebab dari masalah kualitas yang telah teridentifikasi dalam langkah ketiga di atas. Pencatatan data kualitas juga harus dilakukan selama tahap implementasi ini serta harus mengidentifikasi penyebab apabila terjadi penyimpangan dalam tahap implementasi tindakan korektif permanen ini.
Langkah 6
Mempelajari Hasil-hasil Perbaikan Setelah implementasi proyek peningkatan kualitas selama jangka waktu tertentu oleh tim peningkatan kualitas, biasanya 3-6 bulan, perlu dilakukan studi dan evaluasi berdasarkan data yang dikumpulkan selama tahap pelaksanaan proyek peningkatan kualitas itu guna mengetahui apakah jenis masalah yang ada telah hilang atau berkurang, yang menunjukkan bahwa proyek peningkatan kualitas itu benar-benar efektif dan efisien!
Langkah 7
Menstandardisasikan Solusi dan Praktek-praktek Terbaik Hasil-hasil yang memuaskan dari tindakan korektif permanen atau solusi masalah melalui proyek peningkatan kualitas harus distandardisasikan, dan selanjutnya melakukan peningkatan terus-menerus pada jenis masalah yang lain mengikuti Delapan Langkah yang dikemukakan.
Standardisasi dimaksudkan untuk mencegah masalah yang sama terulang kembali.
Terdapat dua alasan melakukan standardisasi, yaitu:
1. Apabila tindakan perbaikan atau solusi masalah itu tidak distandardisasikan, maka terdapat kemungkinan setelah periode waktu tertentu manajemen dan karyawan akan kembali menggunakan cara-cara kerja lama sehingga memunculkan kembali masalah yang telah pernah diselesaikan itu.
2. Apabila tindakan perbaikan atau solusi masalah itu tidak distandardisasikan dan didokumentasikan, maka terdapat kemungkinan setelah periode waktu tertentu apabila terjadi pergantian manajemen dan karyawan akan menggunakan cara-cara kerja yang memunculkan kembali masalah yang telah pernah diselesaikan oleh tim peningkatan kualitas terdahulu itu.
Standardisasi sangat diperlukan sebagai tindakan pencegahan untuk memunculkan kembali masalah kualitas yang pernah ada dan telah diselesaikan. Hal ini sesuai dengan konsep pengendalian kualitas total modern (TQM) yang lebih berorientasi pada strategi pencegahan (strategy of prevention), bukan pada strategi pendeteksian (strategy of detection) saja. Pendokumentasian praktek-praktek kerja standar juga bermanfaat sebagai bahan dalam proses belajar terus-menerus, baik bagi karyawan baru maupun karyawan lama. Demikian pula dokumentasi tentang praktek-praktek standar dan solusi masalah yang pernah dilakukan akan merupakan sumber informasi yang berguna untuk mempelajari masalah-masalah kualitas di masa mendatang sehingga tindakan perbaikan yang efektif dapat dilakukan.
Keberhasilan penggunaan metode solusi masalah mengikuti Delapan Langkah akan ditandai dengan berkurang atau hilangnya penyebab masalah itu, yang kemudian akan muncul penyebab-penyebab lain dalam besaran yang lebih sedikit atau kecil. Tugas dari tim peningkatan kualitas, manajemen, dan karyawan adalah berpartisipasi secara total untuk melaksanakan perbaikan kualitas terus-menerus dalam proses bisnis dan industri masing-masing.
Langkah 8
Membuat Laporan Akhir dan Menentukan Rencana Perbaikan Kualitas Berikutnya Setiap tim peningkatan kualitas dalam organisasi HARUS menyerahkan laporan terdokumentasi pada akhir waktu dari proyek peningkatan kualitas itu. Selanjutnya terus-menerus memikirkan perbaikan kualitas berikutnya dan memulai lagi dari Langkah 1, yaitu: Mendefinisikan Masalah dan Menetapkan Tema Perbaikan Kualitas.
Ke-8 langkah yang dikemukakan di atas dapat diorganisasikan ke dalam siklus Deming (PDSA—Plan, Do, Study, Act) atau ke dalam siklus DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control) yang merupakan metodologi pendekatan solusi masalah dalam proyek-proyek Six Sigma.
Delapan Langkah dalam Siklus PDSA terdiri dari:
A. Plan (Merencanakan), yakni:
Langkah 1. Mendefinisikan Masalah dan Menentukan Tema Perbaikan Kualitas
Langkah 2. Mencari Semua Penyebab yang Mungkin
Langkah 3. Menganalisis Akar Penyebab Masalah
Langkah 4. Merencanakan Tindakan Perbaikan
B. Do (Melaksanakan), yakni:
Langkah 5. Melaksanakan Perbaikan Study (Mempelajari):
Langkah 6. Mempelajari Hasil-hasil Perbaikan
C. Act (Menindaklanjuti), yakni:
Langkah 7. Menstandardisasikan Solusi dan Praktek-praktek Terbaik
Langkah 8. Membuat Laporan Akhir dan Menentukan Rencana Perbaikan Kualitas Berikutnya
Delapan Langkah dalam Siklus PDSA di atas apabila dikaitkan dengan metodologi Six Sigma DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control), maka akan menjadi sebagai berikut:
DEFINE (D) — Mendefinisikan
Langkah 1. Mendefinisikan Masalah dan Menentukan Tema Perbaikan Kualitas
MEASURE (M) — Mengukur
Langkah 2. Verifikasi Pengukuran dan Mencari Semua Penyebab yang Mungkin
ANALYZE (A) — Menganalisis
Langkah 3. Menganalisis Akar Penyebab Masalah
Langkah 4. Merencanakan Tindakan Perbaikan
IMPROVE (I) — Meningkatkan
Langkah 5. Melaksanakan Perbaikan
Langkah 6. Mempelajari Hasil-hasil Perbaikan
CONTROL (C) — Mengendalikan
Langkah 7. Menstandardisasikan Solusi dan Praktek-praktek Terbaik
Langkah 8. Membuat Laporan Akhir dan Menentukan (Mendefinisikan)
Rencana Perbaikan Kualitas Berikutnya
Delapan Langkah yang dikemukakan di atas, baik dalam siklus Deming (PDSA) maupun siklus DMAIC (Pendekatan Six Sigma) membutuhkan alat-alat perbaikan kualitas sederhana, yang disebut sebagai tujuh alat, sehingga umum dikenal sebagai: Delapan Langkah Tujuh Alat (DELTA).
Tujuh Alat yang sering dipergunakan oleh Tim Peningkatan Kualitas adalah:
1. Lembar Periksa (Check Sheet)
2. Stratifikasi
3. Diagram Pareto
4. Why-why diagram dan Diagram Sebab-Akibat (Cause and Efeect Diagram) atau Diagram Tulang Ikan (Fish Bone Diagram)
5. Histogram
6. Diagram Tebar (Korelasi)
7. Peta-peta Kontrol (Control Charts)
Catatan Penutup:
*) Keberhasilan solusi masalah kualitas sekitar 80% ditentukan oleh Quality Leadership (Kepemimpinan Kualitas) dalam menerapkan Delapan langkah dan hanya 20% ditentukan oleh penggunaan alat-alat statistika (statistical tools).
*) Yang diperlukan dalam memahami implementasi statistika untuk solusi masalah kualitas adalah 80% berkaitan dengan Statistical Thinking (memahami bagaimana perilaku proses statistikal yang ditimbulkan oleh variasi penyebab khusus dan variasi penyebab umum) dan hanya 20% berkaitan dengan aplikasi Statistical Tools (penerapan alat-alat statistika yang sekarang ini analisisnya telah banyak menggunakan bantuan paket-paket software komputer).
Referensi: Vincent Gaspersz, TOPS—Team Oriented Problem Solving, Penerbit Gramedia Jakarta, 2007.
8 Kado Terindah
Delapan Kado Terindah Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat,dan tak perlu membeli! Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.
1. KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada disampingnya. Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagian.
2. MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab, kebanyakan orang Lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketehui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.
3. D I A M
Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai Untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya. Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.
4. KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, " Kau bebas berbuat semaumu." Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.
5. KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari ! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana dirumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.
6. TANGGAPAN POSITIF
Tanpa, sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat,berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf ), adalah kado cinta yang sering terlupakan.
7. KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai Menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado " kesediaan mengalah" Okelah, Anda mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut ? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna didunia ini.
8. SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputus asaan. pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi?
sumber www:dudung.net
Tampaknya memang sangat mudah, apakah kita benar-benar bisa memberikannya untuk pasangan kita? gratis memang, tapi mungkin lebih gampang kita membelikan satu setel pakaian untuk pasangan kita daripada memberi yang gratis. Hanya orang-orang yang dewasa dalam mencintai yang mampu memberikan kado terindah untuk pasangannya…
Mudah-mudahan kita bisa menjadi orang yang dewasa dalam mencintai..
yang mampu mencintai dengan tulus kepada pasangan, tanpa tuntutan…
1. KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada disampingnya. Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagian.
2. MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab, kebanyakan orang Lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketehui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.
3. D I A M
Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai Untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya. Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.
4. KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, " Kau bebas berbuat semaumu." Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.
5. KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari ! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana dirumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.
6. TANGGAPAN POSITIF
Tanpa, sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat,berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf ), adalah kado cinta yang sering terlupakan.
7. KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai Menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado " kesediaan mengalah" Okelah, Anda mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut ? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna didunia ini.
8. SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputus asaan. pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi?
sumber www:dudung.net
Tampaknya memang sangat mudah, apakah kita benar-benar bisa memberikannya untuk pasangan kita? gratis memang, tapi mungkin lebih gampang kita membelikan satu setel pakaian untuk pasangan kita daripada memberi yang gratis. Hanya orang-orang yang dewasa dalam mencintai yang mampu memberikan kado terindah untuk pasangannya…
Mudah-mudahan kita bisa menjadi orang yang dewasa dalam mencintai..
yang mampu mencintai dengan tulus kepada pasangan, tanpa tuntutan…
Definisi Ciuman Menurut Disiplin Ilmu
Ilmu Fisika
Ciuman adalah gaya tarik menarik antara dua mulut dengan jarak antara satu titik dengan titik yang lain sama dengan nol.
Ilmu Kimia
Ciuman adalah reaksi akibat interaksi dari senyawa yang dikeluarkan oleh dua hati.
Ilmu Mikrobiologi
Ciuman adalah pertukaran bakteri uniseksual di dalam air liur.
Ilmu Biologi
Ciuman adalah menyatunya dua otot orbicularis oris dalam keadaan kontraksi.
Ilmu Ekonomi
Ciuman adalah sesuatu di mana permintaan lebih besar daripada penawaran.
Ilmu StatistikCiuman adalah kejadian yang peluangnya bisa sangat tergantung dari angka statistik berikut: 36-24-36.
Ilmu Teknik
Ciuman adalah rekayasa penyatuan antara 2 buah lorong yang berkesinambungan
Ilmu Agama
Ciuman adalah perbuatan yang boleh dilakukan dengan melalui pernikahan
Ilmu Masakan
Ciuman adalah bentuk pujian dari suami terhadap istrinya karena pintar memasak
Ilmu Sumber Daya Manusia
Ciuman adalah SP-2 (Surat Peringatan Kedua) apabila dilakukan di ruang kerja dan ketahuan (kamu ketahuan...ciuman lagi...)
Ilmu NLP (Neuro Linguistic Programming)
Ciuman adalah sebuah kemampuan & kehebatan dalam melakukan "Rapport"
Ilmu Hypnotis & Hypnotherapy
Ciuman adalah kemampuan untuk membuat lawan berada dalam kondisi Theta dan menerima pesan kita (affirmative)
Ilmu Kesehatan
Ciuman adalah kekurangan vitamin yang harus diberikan dalam jangka waktu tertentu (Vitamin Cium)
Ilmu Dagang
Ciuman adalah kewajiban membayar Rp.25.000 dan apabila dilanjutkan dengan service lainnya akan bertambah menjadi minimal Rp. 300.000,-
Ilmu Hukum
Ciuman adalah hak asasi manusia dan apabila dilakukan dengan paksaan akan menjadi "BATAL DEMI HUKUM"
Ilmu Kepolisian
Ciuman adalah kesempatan untuk memasuki Hotel Prodeo apabila terjadi delik aduan dari korban
Ilmu Seks
Ciuman adalah...... kok cuman cium doang ....? Bodo amat sih........
Sumber - Internet bebas
Ciuman adalah gaya tarik menarik antara dua mulut dengan jarak antara satu titik dengan titik yang lain sama dengan nol.
Ilmu Kimia
Ciuman adalah reaksi akibat interaksi dari senyawa yang dikeluarkan oleh dua hati.
Ilmu Mikrobiologi
Ciuman adalah pertukaran bakteri uniseksual di dalam air liur.
Ilmu Biologi
Ciuman adalah menyatunya dua otot orbicularis oris dalam keadaan kontraksi.
Ilmu Ekonomi
Ciuman adalah sesuatu di mana permintaan lebih besar daripada penawaran.
Ilmu StatistikCiuman adalah kejadian yang peluangnya bisa sangat tergantung dari angka statistik berikut: 36-24-36.
Ilmu Teknik
Ciuman adalah rekayasa penyatuan antara 2 buah lorong yang berkesinambungan
Ilmu Agama
Ciuman adalah perbuatan yang boleh dilakukan dengan melalui pernikahan
Ilmu Masakan
Ciuman adalah bentuk pujian dari suami terhadap istrinya karena pintar memasak
Ilmu Sumber Daya Manusia
Ciuman adalah SP-2 (Surat Peringatan Kedua) apabila dilakukan di ruang kerja dan ketahuan (kamu ketahuan...ciuman lagi...)
Ilmu NLP (Neuro Linguistic Programming)
Ciuman adalah sebuah kemampuan & kehebatan dalam melakukan "Rapport"
Ilmu Hypnotis & Hypnotherapy
Ciuman adalah kemampuan untuk membuat lawan berada dalam kondisi Theta dan menerima pesan kita (affirmative)
Ilmu Kesehatan
Ciuman adalah kekurangan vitamin yang harus diberikan dalam jangka waktu tertentu (Vitamin Cium)
Ilmu Dagang
Ciuman adalah kewajiban membayar Rp.25.000 dan apabila dilanjutkan dengan service lainnya akan bertambah menjadi minimal Rp. 300.000,-
Ilmu Hukum
Ciuman adalah hak asasi manusia dan apabila dilakukan dengan paksaan akan menjadi "BATAL DEMI HUKUM"
Ilmu Kepolisian
Ciuman adalah kesempatan untuk memasuki Hotel Prodeo apabila terjadi delik aduan dari korban
Ilmu Seks
Ciuman adalah...... kok cuman cium doang ....? Bodo amat sih........
Sumber - Internet bebas
Price List BBM Dunia
Price List BBM Dunia ...............
Rame2 pindah ke caracas?
Berikut terlampir Price List BBM di beberapa Negara di dunia, harga tersebut adalah setelah kenaikan dan sudah diperhitungkan dalam IDR/liter, Ternyata masih ada beberapa negara yg.
BBM-nya jauh lebih murah dari negeri kita lho.
* Amsterdam-Belanda : Rp.17.564
* Oslo-Norwegia : Rp. 16.995
* Milan-Italia : Rp. 16.155
* Kopenhagen-Denmark : Rp. 16.073
* Brussels-Belgia : Rp. 16.019
* Stockholm-Swedia : Rp. 15.721
* London-Inggris : Rp. 15.694
* Frankfurt-Jerman : Rp. 15.098
* Paris-Perancis : Rp. 15.016
* Lisbon-Portugal : Rp. 14.501
* Budapes-Hungaria : Rp. 13.390
* Dublin-Irlandia : Rp. 12.956
* Geneva-Swiss : Rp. 12.848
* Madrid -Spanyol : Rp. 12.333
* Tokyo-Jepang : Rp. 11.493
* Praha-Ceko : Rp. 11.620
* Bukares-Romania : Rp. 11.086
* Brasilia-Brasil : Rp. 8.457
* Havana-Kuba : Rp. 8.213
* Taipei-Taiwan : Rp. 7.698
* Johannesburg-Afsel : Rp. 7.101
* USA : Rp. 7.047
* Panama City-Panama : Rp 5.936
* Moscow-Rusia : Rp. 5.692
* San Juan-Puerto Rico : Rp. 4.716
* Jakarta : Rp. 4.500
* Riyadh-Arab : Rp. 2.467
* Kuwait : Rp. 2.114
* Kairo-Mesir : Rp. 1.762
* Lagos-Nigeria : Rp. 1.030
* Caracas-Venezuela : Rp.325
Dari data yang dikutip dari CNN, harga BBM di Amsterdam termasuk yang paling mahal di dunia dengan harga setara dengan Rp.17.564/liter, sementara paling murah adalah di Caracas-Venezuela yaitu setara dengan Rp. 325/liter.
Rame2 pindah ke caracas?
Berikut terlampir Price List BBM di beberapa Negara di dunia, harga tersebut adalah setelah kenaikan dan sudah diperhitungkan dalam IDR/liter, Ternyata masih ada beberapa negara yg.
BBM-nya jauh lebih murah dari negeri kita lho.
* Amsterdam-Belanda : Rp.17.564
* Oslo-Norwegia : Rp. 16.995
* Milan-Italia : Rp. 16.155
* Kopenhagen-Denmark : Rp. 16.073
* Brussels-Belgia : Rp. 16.019
* Stockholm-Swedia : Rp. 15.721
* London-Inggris : Rp. 15.694
* Frankfurt-Jerman : Rp. 15.098
* Paris-Perancis : Rp. 15.016
* Lisbon-Portugal : Rp. 14.501
* Budapes-Hungaria : Rp. 13.390
* Dublin-Irlandia : Rp. 12.956
* Geneva-Swiss : Rp. 12.848
* Madrid -Spanyol : Rp. 12.333
* Tokyo-Jepang : Rp. 11.493
* Praha-Ceko : Rp. 11.620
* Bukares-Romania : Rp. 11.086
* Brasilia-Brasil : Rp. 8.457
* Havana-Kuba : Rp. 8.213
* Taipei-Taiwan : Rp. 7.698
* Johannesburg-Afsel : Rp. 7.101
* USA : Rp. 7.047
* Panama City-Panama : Rp 5.936
* Moscow-Rusia : Rp. 5.692
* San Juan-Puerto Rico : Rp. 4.716
* Jakarta : Rp. 4.500
* Riyadh-Arab : Rp. 2.467
* Kuwait : Rp. 2.114
* Kairo-Mesir : Rp. 1.762
* Lagos-Nigeria : Rp. 1.030
* Caracas-Venezuela : Rp.325
Dari data yang dikutip dari CNN, harga BBM di Amsterdam termasuk yang paling mahal di dunia dengan harga setara dengan Rp.17.564/liter, sementara paling murah adalah di Caracas-Venezuela yaitu setara dengan Rp. 325/liter.
Bursa Indonesia Terbaik Kedua Se-Asia Pasifik
Bursa Indonesia Terbaik Kedua se-Asia Pasifik
Penulis: Sopia Siregar
JAKARTA--MEDIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan 2007, membukukan peningkatan luar biasa, lebih dari 50%. Kinerja yang tinggi, membuat bursa Indonesia kembali mencatat rekor, dengan menjadi bursa terbaik kedua se-Asia Pasifik dan dibandingkan dengan bursa-bursa utama dunia.
Selain itu, meski di bawah pertumbuhan tahun 2006, yang mencapai 55,1%. Tapi size terhadap perekonomian meningkat jauh, dari 37% dari GDP menjadi sekitar 53% dari GDP, bahkan mencapai 65% dari GDP jika ditambah obligasi.
"Pertumbuhan ini, membuat pasar modal kita menjadi yang terbaik kedua di Asia Pasifik, setelah bursa Shanghai (China)," ujar Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany, dalam paparan publik akhir tahun pasar modal 2007, di Jakarta, Jumat (28/12).
Tahun 2006, bursa Indonesia merupakan yang terbaik ketiga, setelah Bursa Shanghai dan bursa Shenzhen. Keduanya merupakan bursa di China, yang memang merupakan raksasa ekonomi dunia saat ini.
Pada penutupan perdagangan 2007, IHSG mengalami peningkatan 51% ke level 2.739,704 dari level 1.805,523 pada penutupan perdagangan tahun 2006. Bahkan pada 11 Desember 2007, IHSG mencapai level 2.810,962 atau level tertinggi sepanjang sejarah.
(Pia/OL-03)
Penulis: Sopia Siregar
JAKARTA--MEDIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan 2007, membukukan peningkatan luar biasa, lebih dari 50%. Kinerja yang tinggi, membuat bursa Indonesia kembali mencatat rekor, dengan menjadi bursa terbaik kedua se-Asia Pasifik dan dibandingkan dengan bursa-bursa utama dunia.
Selain itu, meski di bawah pertumbuhan tahun 2006, yang mencapai 55,1%. Tapi size terhadap perekonomian meningkat jauh, dari 37% dari GDP menjadi sekitar 53% dari GDP, bahkan mencapai 65% dari GDP jika ditambah obligasi.
"Pertumbuhan ini, membuat pasar modal kita menjadi yang terbaik kedua di Asia Pasifik, setelah bursa Shanghai (China)," ujar Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany, dalam paparan publik akhir tahun pasar modal 2007, di Jakarta, Jumat (28/12).
Tahun 2006, bursa Indonesia merupakan yang terbaik ketiga, setelah Bursa Shanghai dan bursa Shenzhen. Keduanya merupakan bursa di China, yang memang merupakan raksasa ekonomi dunia saat ini.
Pada penutupan perdagangan 2007, IHSG mengalami peningkatan 51% ke level 2.739,704 dari level 1.805,523 pada penutupan perdagangan tahun 2006. Bahkan pada 11 Desember 2007, IHSG mencapai level 2.810,962 atau level tertinggi sepanjang sejarah.
(Pia/OL-03)
Langganan:
Postingan (Atom)